18 ke 21

"WOY"
"HAPPY BIRTHDAYYY"
"GOD BLESS YOU"
"WISH YOU ALL THE BEST"
"HOPE YOU HAVE A MAGNIFICENT DAY"
LOVE YOU XX" - Jessica Cross

Ya. Dia adalah orang pertama selama dua tahun terakhir yang mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Thank you, Jess. Bocah Singapore Int. School yang bawel dan baik hati.

Dan selanjutnya ucapan pun berdatangan via group P.IPS 2013 di whatsapp yang copy-paste. But thanks guys.

Arlietha mengucapkan via pesan langsung di Instagram and i miss her!

Aa Oman via bbm dengan segala doa-doanya.

Aya personal chat via line.

Asri via bbm dengan doa-doa seorang teman SMA.

Kiki dengan doa sebagai seorang sahabat terbaik.

Claudia via path dan bbm.

Bang Ipang via bbm.

Dan semua via path, instagram, maupun facebook. Terima kasih banyak!

Dan dia. Dengan sederhana via whatsapp, "selamat ulang tahun (dengan emoticon kue dan tersenyum)"

Terima kasih kamu, salah satu yang berkesan di tahun ini dalam hidupku. Yang telah memberi rasa. Aku bersyukur akan hal itu.

Aku menulis ini pada hari Minggu, 23 Oktober 2016 dalam keadaan cuaca diluar hujan dan saat ini masih mendung pukul 2:16 PM.

Sejujurnya aku tidak tau hendak menulis apa. Cerita tentang dia? Tidak ada hal baru untuk diceritakan. Seperti biasa, aku merasa seperti orang tidak berguna ketika sedang menyukai seseorang. Mengharap dia memberi kabar atau menelpon. Lalu bertingkah kesal ketika dia update tapi tidak menyapa. Dan kemudian aku berpikir...

Sungguh kasihan nasib para perempuan diluar sana yang mengalami kisah seperti diriku. Kita bisa apa selain menunggu? Aku tidak pernah menyalahkan orang lain atas hal apapun yang terjadi. Aku menyalahkan diriku sendiri.

Sesungguhnya aku pernah hebat sebelum datangnya dia.
Aku bisa menjadi aku tanpa perlu memikirkan pendapat dia.
Aku bisa kembali memfokuskan pada mimpi-mimpiku tanpa berharap dari dia.

Dan kini aku melawan diriku sendiri. Aku hanya menginginkan kembali 'rasa' itu. Ah sudahlah, aku bisa apa.

Kalian yang membaca tulisanku dan berpikiran sesuatu tentang diriku, silahkan pikirkan. Bukan aku tidak peduli, hanya saja kalian tidak tau hal apa saja yang telah ku alami dalam hidup ini. Dan mungkin apa yang kalian pikirkan tidak sebanding dengan apa yang telah ku alami.

Tentang pengharapan seorang anak yang ingin melihat kedua orang tuanya bersama menikmati masa tua... Yang didapat hanya kenangan pahit yang tersisa sampai sekarang dan selamanya. Tentang seorang anak yang pernah disumpah akan mati oleh orang tuanya sendiri. Tentang air mata yang jatuh selama ini. Bagaimana aku berjuang sendiri menahan semua ini.

Seandainya aku tidak punya Tuhan mungkin aku akan menjadi lebih buruk dari aku yang sekarang. Terima kasih kalian yang telah mewarnai. Kalian tahu apa yang ku doakan dalam sujudku pada Tuhan selama ini?

'Jangan biarkan teman-teman yang menyayangi diriku pergi. Lindungi mereka, maafkan kesalahanku pada mereka, sayangi mereka yang menyayangiku'


Comments

Popular posts from this blog

Solo Traveling Celebes 2017

Melarikan Diri ke Rinjani

Solo Traveling Celebes 2017 Part III