'Seberapa indah mimpi, jika tetap mimpi?' - Seno Gumira Ajidarma.
Potongan kalimat tersebut yang menjadikan saya yakin, bahwa seberapa indah mimpi saat saya tidur, tak akan ada artinya jika tetap menjadi mimpi. Saya harus mewujudkannya! Suatu kemauan yang sangat keras saya akui pada diri saya sendiri terhadap apapun yang saya inginkan. Cerita berikut salah satunya...
Saat ini sedang ramai pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017-2022. Awalnya terdiri dari 3 pasangan, yakni Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Purnama (Ahok)-Djarot Hidayat, serta Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Dan secara personal saya tak bisa memilih diantaranya lantaran saya tidak mendalami sepak terjang serta visi misi ketiga pasangan cagub dan cawagub DKI. Bahkan untuk menonton debatnya melalui siaran televisi pun saya hampir tidak pernah secara penuh. Saya sejatinya memang tidak menyukai janji-janji kampanye serta perasaan dalam diri saya apabila mereka kalah, mungkin bisa dibilang 'tidak tega'. Singkat cerita pada putaran pertama pasangan Agus-Sylvi harus rela tersisih dengan persentase yang cukup jauh dari 2 lawannya. Entah mungkin karena sehari sebelum pemilihan dimulai, beredar kabar bahwa mantan presiden RI ke 6 SBY diduga terlibat dalam kasus korupsi yang dilakukan oleh Aulia Pohan yang menyeret nama Antasari Azhar didalamnya. Antasari membongkar bahwa Hari Tanoe menemui dirinya untuk meminta agar 'besan' SBY yakni Aulia Pohan tidak ditangkap. HT mengatakan membawa amanat tersebut dari Cikeas. Kalian bisa baca artikel mengenai hal ini karena saya tidak cukup pandai menjelaskannya. Alasan lain tersisihnya Agus-Sylvi lantaran Agus yang masih dianggap belum dapat memimpin Jakarta karena masih terlalu muda dan belum berpengalaman. Tersisalah pasangan Ahok-Djarot, Anies-Sandi yang melaju pada putaran kedua.
Dari artikel yang beredar di media sosial, saya mulai mengenal sosok Sandiaga Uno lantaran wajahnya yang memiliki daya tarik serta harta kekayaanya. Terpikir oleh saya bahwa suatu saat ingin berfoto bersama beliau. Selama ini saya tidak pernah mengagumi siapapun, tetapi pada sosok yang satu ini saya begitu ingin berfoto bersama. Pada suatu hari, saya sedang melakukan penelitian skripsi di Senayan. Secara kebetulan Pak Sandi datang dan berbincang bersama yang lain, saya yang saat itu sedang melihat responden mengisi angket tak bisa meninggalkan begitu saja lalu berlari hanya untuk meminta foto. Saya tahan diri saya sambil memandangi beliau, hingga akhirnya beliau pergi dan yang tersisa hanyalah penyesalan pada diri saya sepanjang hari-hari berikutnya...
Di kemudian hari, saya kembali melakukan penelitian di Senayan dengan harapan dapat bertemu beliau lalu tak akan melewatkan kesempatan berfoto bersama. Naas, ketika saya hendak pulang dengan memacu sepeda motor saya keluar dari lapangan, beliau berlari didepan saya ditemani ajudan pribadi. Bukan kepalang greget pada diri sendiri.... sepanjang perjalanan saya sedih tetapi berusaha untuk yakin suatu saat akan bertemu.
Saat sedang tidak melakukan aktivitas dirumah, saya membuka twitter kemudian melihat postingan seseorang bahwa akan diselenggarakan acara 'Coffee Talk with Sandiaga Uno' di Sanderson Coffee Rawamangun pada hari Minggu, 9 April 2017. Tanpa berpikir panjang saya harus datang pada acara itu nanti.
 |
| postingan di twitter @AnggiaCullen23 |
|
Setelah saya berusaha mencari teman, namun tak ada yang mau menemani karena berbagai alasan akhirnya saya memutuskan untuk berangkat sendiri dari rumah di Tangerang ke tempat tujuan. Saya berangkat pukul 14:30 dan sampai di lokasi pukul 16:00. Terlihat dari luar masih sepi namun sudah dipasang tenda, akhirnya saya keliling daerah sekitar lalu masuk pada pukul 16:30. Saya harus mengisi daftar hadir, lalu saya memesan Ice Blend Red Velvet.
 |
| Ice Blend Red Velvet Sanderson Coffee | |
|
|
Ternyata acara meleset dari jadwal yang seharusnya pukul 16:00-17:00. Namun, 10 peserta pertama berhak mendapatkan buku Sandiaga Uno.
Selain itu disediakan free kentang goreng serta americano, sambil menunggu pemeran utama datang, saya mengambil beberapa spot di Sanderson Coffee Rawamangun.
 |
| Tempatnya cozy, free wifi, serta strategis. |
|
Menjelang magrib, istri Pak Sandi datang, lalu kami diberi waktu untuk menunaikan solat magrib. Selesai solat magrib, Ibu Nur Asia diminta sedikit bercerita tentang pertemuan dengan Pak Sandi.
Ketika pukul 19:30, akhirnya yang ditunggu datang juga, dan saya sempat bersalaman dengan beliau, sebuah momen yang akan saya kenang, hehe. Lalu beliau menuju kamar mandi, dan tiba tiba duduk disebelah saya, seketika badan saya gemetaran lantaran mimpi saya telah terwujud!
 |
| TIDAK BISA DIUTARAKAN LAGI. SUNGGUH. |
|
Kemudian saya bilang, "om saya gemeteran om", lalu beliau tersenyum dan kami menonton stand up bersama beberapa menit. Tak lupa saya meminta foto bersama.
Sungguh, tak ada yang jauh lebih menyenangkan dibandingkan perjuangan yang dibayar dengan kemenangan. Mimpi yang terwujud menjadi kenyataan. Terima kasih, Allah. Engkau Maha Mengetahui apa yang sesungguhnya seorang seperti saya inginkan, Engkau Maha Pemurah.
 |
| Bersama Ibu Nur Asia Uno |
 |
| MIMPI YANG MENJADI NYATA BERSAMA PAK SANDIAGA UNO. |
Comments
Post a Comment