Emang Sekolahnya Begini, Bu.

Dengan segala rasa hormat tanpa menjelek-jelekan pihak manapun, tulisan yang Anda baca saat ini merupakan pengalaman pribadi saya sendiri. Saya menulis sebagai bahan pengingat bahwa saya pernah merasakan tahap ini.

Saya saat ini tercatat sebagai mahasiswi semester 8 Universitas Negeri Jakarta. Selain menyusun skripsi, saya juga memiliki kegiatan sampingan yaitu sebagai pelatih ekstrakurikuler di beberapa sekolah Internasional. Kalau masalah bayaran, Alhamdulillah saya selalu minta disimpan oleh pelatih saya. Nanti kalau term di sekolah sudah selesai baru saya ambil, dan bisa untuk saya jalan-jalan, membeli beberapa gram emas untuk disimpan di mami, kasih mami untuk belanja, atau ajak mami makan. Dibilang riya? Au ah. Orang cerita sendiri, lagi juga saya kerja halal dan ga minta disanjung orang.

Selain itu juga saya sempat bekerja disalah satu sekolah swasta yang berada di Tangerang. Saya tau dari lowongan kerja di internet, kemudian saya masukin CV saya dan diterima. Kira-kira akhir Februari. Dan inilah pengalaman saya...

Sekolahnya itu berjenis Yayasan. Jadi ada SMP, SMA, SMK. Saya bekerja di SMP, lokasinya 1 komplek dengan SMK. Sejujurnya saya kaget dengan manajemen sekolahnya, mungkin bisa dirinci sebagai berikut:
1. Setiap saya sedang mengajar di kelas, lalu tiba-tiba anak OSIS datang kemudian memanggil beberapa nama anak, mereka bilang dipanggil kepala sekolah. Oke saya persilakan. Lantaran terlalu sering bahkan setiap hari selalu ada saja anak yang dipanggil, saya bertanya kepada anak, "kenapa dipanggil?" mereka menjawab, "itu bu biasa, belum bayaran". Tidak jarang juga tanggal jatuh tempo bayaran bulanan masih lama tetapi sudah diminta.
2. Setiap saya sedang mengajar di kelas, selalu ada yang masuk dengan izin, "misi bu, mau mintain uang kas". Setelah selesai, saya kembali bertanya kepada murid-murid, "kok uang kas ga dipegang per kelas?", mereka menjawab, "engga bu, setiap hari bayar uang kas 1000, hari libur juga bayar, double bu, uangnya gatau buat apaan". Lah gila pikir saya. Seharusnya uang kas itu per kelas, untuk membeli keperluan kelas seperti sapu, kain pel, tetapi ini beli peralatan kelas beda, uang kas beda.
3. Setiap ada anak yang telat atau tidak masuk hari sebelumnya, maka mereka dikenakan denda untuk masuk dan ketika mereka masuk. Ketika saya dikelas, dan ada yang baru masuk saya bertanya, "telat ya?" mereka menjawab "iya bu, mana suruh bayar denda. Kalo ga goceng, ya ceban". Astaga, uang jajan mereka aja mungkin sehari segitu, malah dipake buat denda. Bener-bener.
4. Anak OSIS itu paling disayang. Iyalah, mereka ngga harus belajar di kelas. Tugas mereka jagain gerbang, ngelaporin anak yang susah diatur ke kepala sekolah, pergi-pergi sesuai suruhan kepala sekolah. Anak emas, nilai katanya dijamin bagus.
5. Uang bayaran belum masuk tanggalnya, udah dipintain per kelas. Kepala sekolah dan antek-anteknya turun langsung. Sekaligus 3 bulan! April-Mei-Juni. Padahal masuk bulannya aja kemarin belum, mungkin ada keperluan kali ya...
 6. Ibu kantin setiap hari harus setor, 15 ribu ke kepala sekolah. Entah ada yang jajan atau engga, pokoknya sehari 15 ribu.
7. Semua aturan atau sengaja buat aturan baru, sanksinya denda.
8. Gaji guru tidak lancar. Guru gajian tanggal 10, kadang mesti ditanya hari itu gajian engga atau mesti diingetin hari ini gajian. Pernah sampai nunggu katanya nunggu dana bos cair. Sewaktu ambil gaji pertama saya, saya berhalangan masuk karena sedang penelitian di Senayan, di kemudian hari saya mau ambil, katanya sudah ngga ada uangnya. Saya disalahkan katanya tidak hadir, padahal semua guru-guru mendapat gaji. Katanya yang diprioritaskan yang hadir dulu. Ehe. Dan gaji saya dari akhir Februari-Maret baru dibayar setengah sampai saat ini. Belum yang April. Begitu pun guru yang lain gaji bulan Aprilnya belum dibayarkan. Malah kemarin dicicil, benar-benar dicicil. 100ribu, 100ribu, 50ribu. Udah baru segitu.

Kalau mau informasi apa lagi, bisa komentar langsung atau hubungi saya di WA atau twitter. Btw, ini gambaran sekolahnya.
Maaf ya miring, di bawah itu sekaligus rumah kepala sekolahnya

Anak ini pagi2 udah disuruh cuci mobil kepala sekolah

Bukan dihukum loh. Masih pagi, belum bel.

Mintain bayaran untuk 3 bulan padahal belum masuk bulannya

Kelas 9A, harusnya mereka di AC karena bayarnya mahalan, tapi katanya lagi dihukum makanya disini

Kantor guru+ruang komputer+kelas 7A

Kantin+WC

Kelas 9B

Jagain gerbang

Meja guru+meja anak 7A yang cuma 5/6 orang

Wah, ini baru dikasih tau hari itu juga langsung didenda hari itu juga

Udah disita, denda, diambil pas pulangnya, duh :(

Nyatetin uang kas

Yang bayar uang kas

Gotong2 meja & kursi ke atas untuk UASBN

Sampe keringetan, saya sempet angkat meja & kursi juga ngebantuin

Kata mereka "baru kali ini ada guru yg mau bantuin angkat2, bu ulpah keren dah"

Rincian gaji saya

Rincian saat pembayaran yang baru separo dan ada kesalahan
Saya udah memperjuangkan gaji waktu itu, terus malah dipanggil ke ruang kepala sekolah malah saya dibilang provokator. Terus saya dibilang songong, ngga sopan sama atasan giliran soal gaji paling songong. Ya atuh saya bukan cewe yang diem aja ya kalau ngeliat ketidakberesan. Saya ngajar, saya main sama anak-anak, tetapi saya engga respect sama kepala sekolahnya. Kasian saya sama anak murid, ada yang orang tuanya tukang cuci, bapaknya tukang cilor, ada yang anak murid jadi tukang parkir, terus saya mesti cari muka atau baik sama kepala sekolah? Ya engga.

Terus kalau saya tanya, "kok kalian mau masuk sini?". "Ya mau gimana bu, mau pindah sayang uangnya, udah gitu kalau minta surat pindah engga dikasih. Ya emang sekolahnya begini, bu."

Ya Allah, semoga perbuatan kalian, masa anak-anak kalian engga ada dendam. Allah ngga tidur nak, semoga kalian selalu diberi keceriaan.

Comments

  1. Mashaallah betapa suramnya wajah pendidikan dinegeri kita.

    Buat bu guru tetap semangat mengajar dan dobrak tuh ketidak adilan mulai dr hal yg kecil seperti pungli uang kas yg tidak jelas itu. SEMANGAT!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak semua begini kok Mas, saya yakin masih banyak yg baik. Ini permulaan karir saya saja di bidang pendidikan, terima kasih sudah membaca :)

      Delete
  2. Replies
    1. Saya baru dapat komentar di Facebook, guru yg mengajar di sana jg, trs bilang masih sama blm ada perubahan. Sedih :(

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Solo Traveling Celebes 2017

Melarikan Diri ke Rinjani

Solo Traveling Celebes 2017 Part III