Merbabu; Bucket list 2016, Checked!


Apa yang paling sulit dari menulis? Bukan merangkai kata-kata indah, melainkan memulai. Ya, memulai. Niat sudah terkumpul, tapi belum memulainya sampai niat itu hanya menjadi niat. Hahaha. Kalau begitu mari kita mulai...

Perjalanan ini sudah berlalu satu tahun yang lalu, sehabis lebaran beberapa hari. Saya dan senior di kampus berniat untuk mendaki gunung di Jawa Tengah, gunung Merbabu. Saya berangkat sehabis isya ke stasiun terdekat dari rumah, lalu menunggu kereta di stasiun Senen untuk membawa saya sampai di stasiun Semarang Poncol. Kereta berangkat tengah malam dan tiba pada pagi hari, kemudian saya menaiki angkot untuk sampai ke terminal dan melanjutkan menaiki bus untuk membawa ke tempat selanjutnya. Setelah turun dari bus, kami menyewa elf untuk membawa kami ke basecamp gunung Merbabu. Untuk rincian biayanya saya lupa. Setelah sampai di basecamp dan melakukan registrasi, kami langsung naik. Kami naik gunung Merbabu via Selo, dan tiba pada sore hari di pos 5 Batu Tulis untuk beristirahat malam itu.

Pada pagi harinya saya masih ingin mencapai puncak Merbabu, tetapi senior saya memilih untuk menunggu di tenda. Akhirnya saya melakukan summit sendiri, memang bukan mengejar sunrise, karena matahari sudah terlihat, saya mengejar puncak. Kalau ada pemikiran puncak bukanlah segalanya, tetapi selagi masih sanggup untuk ke puncak, teruskan sajalah, hehehe.

Matahari sudah muncul di tempat kami mendirikan tenda
Saya melakukan summit seorang diri, tanpa membawa air minum, makanan, atau perlengkapan lain. Hanya membawa tongsis dan kamera saja, memang nekat, tolong jangan ditiru. Perjalanan saya untuk mencapai sabana 1 terbilang berat karena tidak bertemu dengan orang lain ditambah malamnya turun hujan, jadilah saya jalan terpeleset sendiri dan berpikir, "kalo mati ngga ada yang tau nih".

Puji Syukur saya sampai di Sabana 1 dan bertemu orang-orang di tenda dan saling menyapa. Dari sabana 1 lanjut ke sabana 2 lalu mencapai puncak. Saya sempat meminta minum beberapa orang karena memang sudah haus dan tidak membawa perbekalan.

Sabana 2 gunung Merbabu
Menuju puncak Merbabu

Puncak Merbabu dengan cuaca cerah!
Puncak Kenteng Songo
Menuju Puncak yang di ujung sana

Setelah berlari-larian di Puncak Merbabu, bahagia sekali karena bisa sampai di puncak ini walaupun sendiri. Setelah puas kemudian saya turun dan bertemu kawan-kawan sependakian waktu di Ciremai, saya pun meminta minum lagi dan saling tertawa. Kami tidak sangka bisa bertemu di sini, tidak ada pemberitahuan akan mendaki gunung Merbabu, masih dengan sikap konyol, kami menertawakan kejadian ini.

Kemudian saya pamit dan turun kembali ke tenda untuk berkemas kemudian pulang. Begitu saya sampai di tenda, ternyata senior saya sudah merapikan semuanya. Dan kemudian tanpa sarapan atau makan apapun saya langsung segera turun.

Saya ini tipe pendaki yang tidak bisa diikuti. Kalau saya ingin berjalan santai, saya akan santai, tetapi kalau teman saya mendahului, saya langsung tertarik untuk ikut irama langkahnya hahaha. Tapi saya bukan tipe pendaki yang cepat turun. Mungkin saya sudah terlalu lelah karena pagi menuju puncak tanpa sarapan, kemudian turun ke tenda dan langsung menuju basecamp, jadi saya sedikit lemas. Saya menyuruh senior saya untuk turuan duluan saja, dan ternyata saya memang ditinggal sendiri! Hahahah jadilah saya berjalan ke basecamp sendirian tanpa ada yang mengikuti. Sempat bertemu dengan beberapa pendaki yang hendak naik, mereka heran kok saya hanya sendiri dan berani, saya juga heran sendiri jadinya hahaha.

Setelah sampai di basecamp, kemudian saya makan bakso keliling dan langsung ke terminal untuk membeli tiket bus karena saya tidak dapat tiket kereta untuk pulang. Karena masih suasana lebaran, perjalanan pulang saya mengalami kemacetan. Saya turun di Rawamangun, kemudian naik transjakarta untuk ke stasiun Manggarai dan kembali ke rumah.

Mungkin cerita kali ini saya termasuk dalam golongan nekat, egois, membahayakan diri sendiri. Bayangkan saja, saya tidak beristirahat yang cukup kecuali tidur semalam di tenda. Begitu sampai basecamp langsung tancap gas naik, sampai pos 3 sore pasang tenda, makan seadanya kemudian tidur, bangun pagi tidak sarapan, tidak membawa minum langsung summit sendiri. Turun dari puncak ke tenda, langsung turun lagi menuju basecamp tanpa makan apapun.

Untungnya saya dibekali Tuhan fisik yang baik serta doa Ibu! Hahaha.

Perjalanan kali ini pun tanpa meninggalkan kesan berarti karena saya hanya ingin memenuhi bucket list saya, tidak memedulikan partner jalan. Rasanya memang kurang menyenangkan karena ternyata perjalanan hanya dapat kita nikmati kalau partner jalan kita itu orang yang menyenangkan atau paling tidak diri kitanya sendiri menjadikan perjalanan itu menyenangkan.

Ini beberapa foto yang saya abadikan di kamera HP saya.

THANK GOD
Pemandangan Merapi dari Pos III Batu Tulis
Samudera awan di puncak
Di Puncak Merbabu

Merbabu. 
Sulit dijelaskan, hanya bisa dirasakan.
Keindahannya membuat siapa saja betah berlama-lama di sana.
Merbabu, mungkin lain waktu aku akan kembali padamu, 
bersama orang-orang yang berarti untukku.

Comments

Popular posts from this blog

Solo Traveling Celebes 2017

Melarikan Diri ke Rinjani

Solo Traveling Celebes 2017 Part III