People Come and Go

Orang-orang datang dan pergi, memang begitu jalannya....

Saya kembali menulis, begitu banyak perasaan selama ini yang ingin saya tulis. Rupanya yang paling menggebu-gebu masih tentang cinta.

Saya kembali merasakan perasaan cinta. Saya kembali merasakan sayang. Tetapi ini bukan perasaan terhadap satu orang.

Orang-orang datang pergi, sedikit banyak saya terbiasa. Ketika masih kuliah, saya mempunyai teman-teman yang bisa dibilang cukup dekat, kami berdelapan perempuan. Pergi ke kantin, jalan, merayakan ulang tahun, selalu kami lakukan berdelapan. Hingga pada semester 5 saya mulai menarik diri...

Saya mulai menyadari sesuatu terjadi pada diri saya, bahwa saya terlalu liar, saya terlalu tomboy, saya terlalu berbeda, dan saya tidak nyaman berada di lingkungan dekat wanita. Mereka tidak bersalah, saya yang terlalu aneh hingga akhirnya saya berjalan sendiri...

Berdelapan
Merayakan ulang tahun

Di kampus, saya juga ikut latihan atletik di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) sekarang disebutnya Fakultas Ilmu Olahraga (FIO). Mungkin semua orang tau, olahraga identik dengan kaum laki-laki, dan itu tidak sepenuhnya salah. Hampir semua anak olahraga itu laki-laki, dan karena jiwa saya terlalu liar dan tomboy, saya merasa menemukan dunia saya yang sesungguhnya.

Latihan pagi pukul 05:30, selesai latihan ganti baju lalu berangkat kuliah di jurusan saya, kalau sempat saya mandi, kalau tidak ya tidak masalah. Kembali latihan sore pukul 16:00, selesai sekitar magrib atau isya. Kadang kalau malam minggu sering menghabiskan waktu bersama senior-senior olahraga di kontrakan atau lebih dikenal dengan "Mabes alias Markas Besar". Jangan tanya siapa saja penghuninya, laki-laki semua sudah pasti.

Saya yang perempuan sendiri bahkan kadang dianggap sama dengan mereka. Di Mabes kadang numpang mandi, numpang tidur, numpang makan, numpang gabut, numpang minjem barang, numpang nyari kerjaan sambilan. Bahagia sekali di sana dan saya sayang sekali dengan mereka semua yang seperti keluarga. Mungkin enaknya main sama anak laki-laki karena mereka simple, jujur, apa adanya, dan membuat sesuatu terasa ringan walaupun penuh beban. Sayangnya saat saya lulus kuliah, semua kini tinggal kenangan. Mereka juga satu persatu sudah lulus dan beberapa mengarungi kehidupan dengan pasangan pilihannya, Mabes tetap berdiri dan orang-orang tetap datang dan pergi....




Sekarang saya sudah bekerja di sekolah swasta di Tangerang Selatan, tidak pernah menyangka akan mengajar anak SMA. Dengan tubuh kecil ini saya ragu apa saya dapat mengajar dengan baik. Sudah setahun, dan ternyata rasanya menyenangkan. Kalian harus tau orang-orang ini, mereka yang saat ini hampir selalu dengan saya dan suatu saat nanti juga akan meninggalkan saya, tetapi saya akan sangat bangga melepas mereka.

Mereka yang tau gurunya suka bertualang, mereka yang tau gurunya liar, mereka yang tau gurunya suka berontak. Mereka awalnya meminta saya untuk menemani naik gunung April lalu, saya ragu. Semua masih baru, semua belum pernah berpergian tanpa orang tua di alam bebas, saya takut bertanggung jawab kalau terjadi apa-apa. Tetapi saya juga ingin mereka merasakan setidaknya sekali untuk main di alam bebas. Berangkatlah kami naik gunung Papandayan.

Ternyata mereka seru, ternyata kita sepemikiran, ternyata saya mulai sayang.
Berikutnya kita rencanakan lagi naik gunung Gede dan masih selalu seru bersama mereka.
Kita naik gunung lagi, gunung Prau. Rasa sayang saya bertambah berkali-kali lipat. Tidak hanya naik gunung, kita kadang nonton film, pergi makan, main ke rumah yang lain, menemani mereka futsal, ikut event Asean Autism Games, pergi LDK, menginap di rumah teman, semua dengan mereka. Tidak ada hari yang tidak bahagia kecuali satu, ketika dipikiran saya mulai datang bahwa mereka nanti akan pergi, bahwa saya nanti akan sendiri lagi, bahwa mereka mempunyai hidup masing-masing.

Pikiran yang selalu saya takutkan ketika terlalu sayang dengan orang dan sadar suatu saat akan pergi meninggalkan. Tetapi teringat bahwa orang-orang datang dan pergi memang sudah begitu jalannya menjadi kunci untuk bisa ikhlas.

Antonio Dirga
Naufal Permata
Dion Saddono
Ragil Noer
Rafi Haekal
Dayantara
Alfa Omega
Dan yang lainnya,

Kalian adalah bahagia yang tidak dapat ditukar. Kalian adalah cahaya terang dalam gelapnya malam. Kalian adalah penghangat didinginnya suhu gunung. Tulisan ini tidak dapat mewakili seluruh perasaan saya ke kalian, terlalu banyak cerita, cawa, tanda, hina. Egois kalau saya ingin kita bersama selamanya, tetapi mari kita habiskan waktu yang kita punya selagi masih bersama untuk bahagia.






Kita harus selalu berbahagia.
Dari aku yang menyayangi kalian tanpa jeda.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Solo Traveling Celebes 2017

Melarikan Diri ke Rinjani

Solo Traveling Celebes 2017 Part III